Sebelum memulai tindakan hemodialisa, perawat harus melakukan assessment yang komprehensif. Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan bagian dari assessment pre-dialisis?
a. Status neurologis (tingkat kesadaran, sakit kepala)
b. Berat badan aktual dan berat badan kering
c. Hasil pemeriksaan radiologi thorax
d. Tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu)
Jawaban: c - Assessment fokus pada kondisi terkait cairan, elektrolit, dan akses dialisis, bukan kondisi thorax secara rutin.
Soal 2
Komplikasi yang paling sering terjadi selama prosedur hemodialisa adalah:
a. Infeksi
b. Perdarahan
c. Hipotensi
d. Kram otot
Jawaban: c - Hipotensi intradialitik merupakan komplikasi akut yang paling umum, sering disebabkan oleh kehilangan cairan yang cepat.
Soal 3
Seorang pasien hemodialisa mengeluh kram otot yang hebat pada tungkai selama sesi dialisis. Tindakan perawat pertama yang tepat adalah:
a. Menghentikan dialisis segera
b. Memberikan tambahan heparin
c. Memberikan normal saline bolus atau hypertonic saline sesuai protokol
d. Meningkatkan kecepatan ultrafiltrasi
Jawaban: c - Kram sering disebabkan oleh hipovolemia atau pergeseran cairan yang cepat. Pemberian cairan dapat membantu meredakan gejala.
Soal 4
Tanda dan gejala dari sindrom ketidakseimbangan dialisis (Disequilibrium Syndrome) adalah:
a. Hipotensi, mual, dan muntah
b. Sakit kepala, mual, gelisah, kebingungan, dan kejang
c. Demam, menggigil, dan hipotensi
d. Nyeri dada, sesak napas, dan takikardia
Jawaban: b - Sindrom ini disebabkan oleh pergeseran osmotik yang cepat dan edema serebral.
Soal 5
Dalam manajemen akses AV Fistula, manakah tindakan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh perawat?
a. Melakukan penusukan pada lengan yang memiliki fistula untuk pengambilan darah
b. Mendengarkan bruit dan merasakan thrill setiap shift
c. Mengukur tekanan darah pada lengan yang memiliki fistula
d. Menggunakan torniket yang ketat untuk waktu lama saat akses
Jawaban: b - Mendengarkan bruit dan merasakan thrill adalah cara sederhana dan vital untuk memantau patensi fistula.
Soal 6
Bahan sterilisasi yang umum digunakan untuk membersihkan penutup (cap) kateter hemodialisa tuneled adalah:
a. Alkohol 70%
b. Povidone-iodine atau Chlorhexidine
c. Hidrogen Peroksida
d. Betadine ointment
Jawaban: b - Chlorhexidine dan povidone-iodine adalah antiseptik yang direkomendasikan untuk perawatan akses kateter central.
Soal 7
Jika terjadi pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada area akses AV Fistula, perawat harus mencurigai:
a. Stenosis
b. Infeksi atau thrombophlebitis
c. Aneurisma
d. Steal syndrome
Jawaban: b - Tanda-tanda inflamasi lokal mengindikasikan kemungkinan infeksi.
Soal 8
Target nilai Kt/V yang umum digunakan sebagai indikator kecukupan dialisis adalah:
a. > 0.8
b. > 1.0
c. > 1.2 atau 1.4
d. > 2.0
Jawaban: c - Nilai Kt/V > 1.2 menunjukkan dialisis yang adekuat sesuai standar banyak guideline.
Soal 9
Prinsip utama dari diet pasien hemodialisa adalah:
a. Tinggi protein, tinggi kalium, rendah cairan
b. Rendah protein, rendah natrium, bebas kalium
c. Tinggi protein, rendah kalium, rendah fosfor, dan terkontrol cairannya
d. Bebas garam, tinggi fosfor, bebas cairan
Jawaban: c - Pasien HD perlu protein untuk mengganti yang hilang, namun harus membatasi kalium, fosfor, dan cairan karena ginjal tidak mampu membuangnya.
Soal 10
Heparin digunakan selama hemodialisa untuk mencegah:
a. Hipotensi
b. Hemolisis
c. Pembekuan darah dalam dialyzer dan circuit
d. Emboli udara
Jawaban: c - Antikoagulasi diperlukan untuk menjaga darah tetap cair dalam sirkuit ekstrakorporeal.
Soal 11
Tindakan segera jika terjadi emboli udara dalam sirkuit dialisis adalah:
a. Memberikan Oksigen
b. Membalikkan posisi pasien trendelenburg
c. Meng-clamp line venous, menghentikan pompa darah, dan melepas sirkuit dari mesin
d. Meningkatkan kecepatan ultrafiltrasi
Jawaban: c - Tindakan ini untuk mencegah udara masuk lebih jauh ke dalam sirkulasi pasien.
Soal 12
Komplikasi jangka panjang dari akses vaskular AV Fistula yang ditandai dengan nyeri, pucat, dan dingin pada tangan adalah:
a. Infeksi
b. Steal Syndrome
c. Aneurisma
d. Thrombosis
Jawaban: b - Steal syndrome terjadi ketika fistula "mencuri" aliran darah dari bagian distal lengan.
Soal 13
Pemeriksaan laboratorium yang paling sensitif untuk mengevaluasi keseimbangan kalsium dan fosfor pada pasien gagal ginjal adalah:
a. Kalsium serum
b. Fosfor serum
c. Hormon Paratiroid (PTH) intak
d. Albumin serum
Jawaban: c - PTH meningkat sebagai respons terhadap hiperfosfatemia dan hipokalsemia, mengindikasikan gangguan metabolisme mineral dan tulang.
Soal 14
Sebelum melakukan penusukan (kannulasi) AV Fistula, perawat harus melakukan:
a. Tes Allen
b. Palpasi thrill dan auskultasi bruit
c. Pemeriksaan radiologi
d. Tes Tourniquet
Jawaban: b - Memastikan fistula berfungsi dengan baik adalah langkah wajib sebelum kannulasi.
Soal 15
Penyebab utama dari hiperkalemia pada pasien gagal ginjal kronis adalah:
a. Asidosis metabolik
b. Penurunan ekskresi kalium oleh ginjal
c. Peningkatan asupan natrium
d. Hemolisis selama dialisis
Jawaban: b - Ginjal yang rusak tidak dapat membuang kelebihan kalium dari darah.
Soal 16
Tindakan yang benar dalam perawatan kateter hemodialisa non-tunneled (kateter temporary) adalah:
a. Mengganti balutan setiap 3 hari atau jika kotor/lembab
b. Membiarkan kateter terbuka tanpa penutup
c. Membersihkan area insersi dengan alkohol saja
d. Flushing dengan heparin 10.000 unit/mL
Jawaban: a - Perawatan dan penggantian balutan yang steril dan rutin sangat penting untuk mencegah infeksi.
Soal 17
Reaksi hipersensitivitas tipe A selama hemodialisa yang dapat mengancam jiwa sering dikaitkan dengan:
a. Penggunaan dialisat yang dingin
b. Penggunaan membran dializer yang baru (first-use) dan sensitivitas terhadap ethylene oxide
c. Kecepatan aliran darah yang terlalu tinggi
d. Kadar natrium dialisat yang rendah
Jawaban: b - Reaksi anafilaktoid ini sering terjadi pada pemakaian pertama dializer yang disterilkan dengan ethylene oxide.
Soal 18
Jika terjadi perdarahan yang berkepanjangan dari tempat penusukan jarum (needle site) setelah hemodialisa, tindakan perawat adalah:
a. Memberikan kompress hangat
b. Memberikan tekanan langsung yang adekuat hingga perdarahan berhenti
c. Mengangkat lengan pasien tinggi-tinggi
d. Memberikan protamin sulfat
Jawaban: b - Tekanan langsung adalah intervensi pertama dan paling efektif untuk mengontrol perdarahan lokal.
Soal 19
Istilah "dry weight" atau berat badan kering pada pasien hemodialisa merujuk pada:
a. Berat badan tanpa makanan
b. Berat badan setelah buang air besar
c. Berat badan dimana tidak ada kelebihan cairan yang menumpuk dan tekanan darah normal tanpa obat
d. Berat badan sebelum sakit
Jawaban: c - Dry weight adalah berat target setelah ultrafiltrasi optimal, di mana pasien euvolemik.
Soal 20
Prinsip "Time, Temperature, Tension" dalam manajemen akses vaskular berhubungan dengan pencegahan:
a. Infeksi
b. Steal Syndrome
c. Thrombosis
d. Aneurisma
Jawaban: b - Prinsip ini untuk memastikan fistula matang dengan baik dan mengurangi risiko steal syndrome.
Soal 21
Selama hemodialisa, monitor tekanan venous yang tinggi (high venous pressure) mengindikasikan:
a. Terjadi hipotensi
b. Adanya obstruksi pada aliran darah kembali ke pasien (misal: stenosis, bekuan)
c. Terjadi emboli udara
d. Kecepatan aliran darah terlalu rendah
Jawaban: b - Tekanan venous meningkat jika ada hambatan pada aliran darah kembali ke tubuh pasien melalui jarum venous.
Soal 22
Penyebab utama dari pruritus (gatal-gatal) pada pasien hemodialisa adalah:
a. Alergi terhadap dialyzer
b. Akumulasi fosfor dan produk sampah uremik lainnya di kulit
c. Penggunaan heparin
d. Suhu dialisat yang terlalu hangat
Jawaban: b - Hiperfosfatemia dan toksin uremik adalah penyebab utama gatal kronis pada pasien CKD.
Soal 23
Tindakan pencegahan infeksi universal yang HARUS dilakukan perawat sebelum melakukan kannulasi akses vaskular adalah:
a. Memakai apron
b. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan steril
c. Memakai masker N95
d. Memakai pelindung mata
Jawaban: b - Hand hygiene dan teknik aseptik adalah dasar dari pencegahan infeksi.
Soal 24
Jika seorang pasien mengalami nyeri dada dan sesak napas yang mendadak selama hemodialisa, kemungkinan komplikasi yang paling berbahaya adalah:
a. Hipotensi
b. Kram
c. Emboli paru atau gagal jantung
d. Reaksi terhadap dialisat
Jawaban: c - Gejala-gejala kardiopulmoner akut memerlukan evaluasi segera untuk menyingkirkan penyebab yang mengancam jiwa.
Soal 25
Untuk mencegah komplikasi hipotensi intradialitik, perawat dapat melakukan intervensi berikut, KECUALI:
a. Menyesuaikan target ultrafiltrasi yang realistis
b. Memberikan makanan berat selama dialisis
c. Menurunkan suhu dialisat (cool dialysate)
d. Mengurangi kecepatan ultrafiltrasi
Jawaban: b - Makanan berat dapat menyebabkan hipotensi karena pengaliran darah ke saluran cerna, sehingga biasanya tidak dianjurkan.
Soal 26
Tujuan dari priming (pembilasan) circuit dan dialyzer dengan normal saline sebelum terapi adalah untuk:
a. Mendinginkan mesin dialisis
b. Mengeluarkan udara dan sterilan dari sirkuit
c. Memberikan cairan tambahan pada pasien
d. Menguji fungsi pompa heparin
Jawaban: b - Priming menghilangkan gelembung udara dan sisa sterilan (seperti ethylene oxide) yang dapat membahayakan pasien.
Soal 27
Istilah "reuse" dalam hemodialisa merujuk pada:
a. Penggunaan kembali kateter
b. Penggunaan kembali jarum kannulasi
c. Penggunaan kembali dialyzer untuk pasien yang sama
d. Penggunaan kembali sirkuit darah
Jawaban: c - Reuse dialyzer adalah proses membersihkan dan menggunakan kembali dialyzer untuk sesi berikutnya pada pasien yang sama, meski kini sudah jarang.
Soal 28
Zat terlarut yang paling efektif dibuang oleh proses difusi selama hemodialisa adalah:
a. Protein berberat molekul besar
b. Kreatinin dan urea (zat berberat molekul kecil)
c. Sel darah merah
d. Lemak
Jawaban: b - Difusi sangat efektif untuk membuang molekul-molekul kecil seperti urea dan kreatinin.
Soal 29
Sebelum memulai program hemodialisa, pendidikan kesehatan yang penting bagi pasien dan keluarga adalah tentang:
a. Teknik operasi mesin dialisis
b. Pemilihan jenis akses vaskular dan perawatannya
c. Cara membuat dialisat
d. Kalibrasi mesin dialisis
Jawaban: b - Pemahaman tentang akses vaskular adalah kunci keberhasilan terapi jangka panjang dan pencegahan komplikasi.
Soal 30
Seorang perawat hemodialisa menemukan bahwa mesin mengeluarkan alarm "Blood Leak". Tindakan yang tepat adalah:
a. Mengabaikan alarm dan melanjutkan dialisis
b. Menghentikan dialisis segera dan tidak mengembalikan darah ke pasien
c. Meningkatkan kecepatan aliran darah
d. Memberikan bolus heparin
Jawaban: b - Alarm blood leak menunjukkan kemungkinan ruptur membran dialyzer, dimana darah dapat tercampur dengan dialisat. Mengembalikan darah berisiko tinggi menyebabkan infusi bakteri atau kontaminan ke pasien.